Rabu, 04 Mei 2011

INTERVAL CINTA KU



MALAM SEBELUM BERANGKAT
malam ini kita habiskan waktu
membagi rindu lewat telpon seluler
tentang cinta yang sekarat didera kesepian
katakata yang klise kembali terucap
meski tak akan pernah kehilangan makna
aku kangen kamu beib
aku cinta kamu honey
benar aku sangat rindu
datanglah esok sayang
baik aku pasti datang kataku mengakhiri telpon
tak lupa mengucapkan selamat malam
“ bonne nuit,.. have a nice honey”  ,…
To u honey,.. muaachh

dini hari,..
nada sambungku yang ku steel khusus berdering
setelah kuangkat ucapmu
beib bangunlah sayang
cepat mandi biar tidak terlambat pesawat,.
Aku mengurus cuti biar kita bisa bersama
tanpa gangguan aktifitas kantor ,..
telpon aku bila tiba
kalau bisa aku  akan menunggumu di bandara
bye honey,.. lekaslah berkemas

BANDAR UDARA  EL TARI
semilir bayu mengoda punggung ilalang
kelembutannya memagut jiwa melepas senyum
padahal deru burung besi dilandas pacu
senantiasa menyodorkan petualang
tempat singgah dimana aktifitas tak pernah tidur
selalu bising dengan kerling birahi juga isyarat nakal

sapa lembut pramugari menebar senyum
selalu bergantian menggoda bersama bayangmu
saat bumi mulai kehilangan jangkauannya
jujur jika bukan karena rindu ini
bayang mu tak akan ku ajak berkelana





DI ATAS TAXI TEMBAKAN
jalan masih terpeta jelas
saat keluar dari kebisingan cengkareng
bayang bayang akasia penuh debu
tegak dendangkan madah duka
taxi di kebut
knalpotnya membagi timbal
di antara hiruk pikuk dan pekik demonstran

mentari masih sepenggal membakar ubunubun
pengais rejeki di dada bumi
entah berapa ribu lie jarak terbentang
dalam detak waktu yang sengamahi letihnya hidup
hingga taxy merapat ke penginapan,..
bayangmu masih silih berganti dalam lamunan

PERTEMUAN
hari ini jelma seribu warna pelangi
kunikmati kerinduan dalam  isyarat cinta penuh debar
dalam tarian ombak pecahkan karang uraikan kesepian
laiknya rintik embun pada rose liar
malam ini ditemani cahaya lilin
sambil menunggu sajian malam
kita bercerita tentang kesibukan yang padat
menemani waktu yang merambat
jujur kita lebih banyak berdialog dengan bahasa tubuh
sesekali jemari kita saling memilin dan bertaut
tatapan kita begitu berbinar penuh sipu
sambil berharap waktu berjalan lambat
dan fajar tak cepat merapat
biar pertemuan ini sarat makna
menyimak degub dalam detak hati
genapkan harmoni ketulusan semaikan nada cinta

Tidak ada komentar: