Penyair Kesepian

Rabu, 04 Mei 2011

PENYAIR KESEPIAN: DESAH MALAM MERASUKI JIWA

PENYAIR KESEPIAN: DESAH MALAM MERASUKI JIWA
Diposting oleh Penyair Kesepian di 04.23
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Pengikut

My Home Town

My Home Town

SALAM AKSARA

THANKS BUAT YANG TELAH MAMPIR ! Ku harap akan mampir lagi hari ini, besok, lusa atau suatu hari nanti,... Blog ini kubuat... semoga memiliki manfaat buat semua...
yang tertulis adalah imajinasiku juga kreatifitasku... satu hal yang kupinta jangan sunkan-2 mengkritikku biar dapat mejadikannya lebih baik… apapun yang kubaca dan kurasa bermanfaat... email-email sahabat mayaku (kuharap disini lebih terlihat dan terbaca)... apapun yang kudengar... kulihat... kumengerti... bahkan yang tak kemengerti... kuimpikan... kenangan baik, manis, pahit, getir,sedih, senang, dalam kehidupanku...bahkan sesuatu yang hanya hadir di lamunanku...akan kutuangkan semua disini, sebagai media untuk berbagi, semoga melalu seni aksara ini kita semua bisa saling menjalin tali silaturami yang terlanjur lapuk ditelan jarak dan waktu. Mohon koreksi... dan akan kusambut semuanya dengan senang hati...sehingga aku suatu hari, bisa lebih baik lagi, dari hari kemarin, ini dan yang akan datang... salam persahabatan dari sabana Rote

Cari Blog Ini

Total Tayangan Halaman

Entri Populer

  • CURAHAN HATI
    media bungkam bila bicara tentang keadilan ancaman breidel membungkus nyali lalu tiarap waktu hanya mengeja kenyataan seperti laju ke...
  • AKU HANYA BUTUH PERHATIAN KECILMU
    penatku belum lunas mengemas mimpi tapi mentari telah mengetuk jendala kamarku aiiihhh selalu begini setiap hari terus menanti dalam kepe...
  • REFLEKSI DIRI
    (catatan dari sebuah tempat kehidupan malam) Aura mu menuntunku melacur Menghisap setiap lendir Comberan kehidupan ku sendiri Menjelma ...
  • MENYUSURI REL KEHIDUPAN
    ini bukan saja kereta terakhir, aku menunggumu sebab masih ada kereta yang menjemput peron yang bisu,...
  • TENTANG RASA SAAT CINTA DIUJI KELAYAKANNYA
    I aku masih saja tak memahami jawaban dalam hujan tanya di hati ku kini waktu sendirilah yang mengajariku menelan sejemput keinginan tentan...
  • KOLABORASI BERSAMA AYUH DIAH
    PENANTIAN  HATI II aku sadar telah menciptakan jarak namun dengan letih kubangun jembatan tapi kamu ...
  • PENYAIR KESEPIAN: DESAH MALAM MERASUKI JIWA
    PENYAIR KESEPIAN: DESAH MALAM MERASUKI JIWA
  • SURABAYA, AKU DAN PELACUR DALAM KENANGAN
    kota yang eksotik, berani membuka diri, dijantungnya sebuah kehidupan beku, tatapannya bagai sangkur mengintai dalam riuh kemudian menge...
  • KESEPIAN YANG MENGGAGAHIKU
    senja yang beku dalam gigil kesendirian meluruhkan musim yang tak mampu kuhitung dengan simpoa jujur ...
  • RUMAH KEBON GURUKU
    menyusuri tepian petak sawah seakan sampai pada keheningan alam yang sempurna diantara julang cerobong pabrik dan hutan beton yang angkuh...

Arsip Blog

  • ▼  2011 (55)
    • ►  Desember (1)
    • ▼  Mei (8)
      • AKU HANYA BUTUH PERHATIAN KECILMU
      • RUMAH KEBON GURUKU
      • PEREMPUANKU
      • TETAP TERPETA
      • WARISAN
      • INTERVAL CINTA KU
      • PENYAIR KESEPIAN: DESAH MALAM MERASUKI JIWA
      • <!--[if gte mso 9]> <![endif]--><!--[if ...
    • ►  April (46)



Penyair Kesepian. Tema Jendela Gambar. Gambar tema oleh tillsonburg. Diberdayakan oleh Blogger.